HUT PDI Perjuangan ke-51, Baktiono: Raih Hati Masyarakat Menangkan Pemilu 2024

Baktiono
Baktiono

SURABAYA,Tikta.id - Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Baktiono menilai, HUT PDI Perjuangan ke-51 dianggap sangat istimewa, sebab bersamaan dengan momentum Pemilu, sekaligus memacu kader, simpatisan meraih hati masyarakat memenangkan pemilu 2024.

"HUT PDIP ke-51, pada 10 Januari 2024 ini hal yang sangat istimewa karena berbarengan dengan pemilihan umum baik Pilpres maupun pileg," kata Baktiono kepada wartawan, Kamis (11/1).

Baktiono menjelaskan, PDI Perjuangan merupakan parpol yang sudah kenyang makan asam garam, melewati berbagai macam dekade bahkan di jaman Orde Baru PDI tidak pernah menang justru setelah berubah menjadi PDI Perjuangan  bisa memenangkan Pemilu

"Nomornya 3, Nomor urutnya di pemilu nomor 3 terus rankingnya," tambah Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.

Maka kata Baktiono, sejak Megawati Soekarnoputri memimpin PDI Perjuangan, arahnya berubah menjadi partai kerakyatan, yang memperjuangkan rakyat baik rakyat kecil dan seluruh lapisan masyarakat.

Pun ungkap Baktiono, PDI Perjuangan satu-satunya partai yang berani terus-menerus berikrar setia kepada Pancasila, NKRI dan Undang-undang dasar 1945.

"Dan momentum (HUT PDIP ke-51) ini harus memicu semangat kita, kader-kader PDI perjuangan, simpatisan bersama warga masyarakat untuk bisa memenangkan pemilihan umum legislatif baik DPR RI, DPR provinsi maupun kota/kabupaten," papar Baktiono.

Selain itu lanjut Baktiono, kader dan simpatisan PDI Perjuangan juga harus memenangkan pemilihan umum eksekutif presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

"Ganjar Pranowo dan Pak Profesor Mahfud ini adalah calon yang terbaik dan calon yang jelas latarbelakang nya," demikian Baktiono.

Sebagai informasi: Baktiono turut serta menandatangani perubahan nama partai dari PDI ke PDI Perjuangan, di Hotel Grand Bali Beach Denpasar Bali, pada 8 sampai 10 Oktober 1998.

Baktiono waktu itu sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Pro Megawati. Dia merupakan utusan atau perwakilan dari kota Surabaya bersama Armuji dan Budi Haryono. Armuji waktu itu menjabat Ketua Komisaris Kecamatan Sukolilo, sedangkan Budi Haryono sebagai ketua Komisaris Kecamatan Tegalsari. 

Baca Juga: Usai Pemungutan Suara, LDII Mojokerto Ajak Masyarakat Tetap Menjaga Kerukunan 

Editor : Redaksi