DPRD Surabaya Beberkan Wilayah Terdampak Persoalan Infrastruktur hingga Akses Air Bersih

Afif saat menggelar reses, Jum'at (17/5) malam
Afif saat menggelar reses, Jum'at (17/5) malam

SURABAYA – Dalam kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) 2, M. Faridz Afif dari Fraksi PKB, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Surabaya, mengungkapkan sejumlah temuan penting, yang mencakup persoalan infrastruktur hingga kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait akses air bersih.

Menurutnya, masih banyak warga di wilayahnya, yang belum memiliki sambungan PDAM dan masih menggunakan air sumur karena tidak mengetahui prosedur pemasangan sambungan baru.

Baca Juga: Reses di Kedurus, Siti Mariyam Serap Aspirasi Warga soal Balai RW, PAUD hingga BPJS Terblokir

“Masih ada warga yang belum tahu cara mengajukan sambungan baru PDAM. Saya sampaikan, jika bingung atau tidak tahu caranya, langsung hubungi saya. Nanti saya bantu uruskan agar segera terpasang,” ujar Afif, saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5)

Ia juga menanggapi, keluhan warga soal kualitas layanan air bersih, seperti air PDAM yang keruh dan hanya mengalir pada malam hari. Afif berjanji akan menyampaikan laporan tersebut kepada PDAM agar segera dilakukan perbaikan saluran.

Baca Juga: Turun ke Warkop hingga Balai RW, Sukadar Tampung Keluhan Warga Soal Infrastruktur dan Data Sosial

Selain persoalan air bersih, Afif turut mengangkat, program prioritas Wali Kota Surabaya terkait penanganan banjir dan penerangan jalan umum (PJU). Dengan meminta para ketua RT dan RW untuk segera mengajukan permohonan bantuan jika ada paving rusak hingga 70 persen, kebutuhan pemasangan PJU, atau perbaikan gorong-gorong.

“Saya minta agar kebutuhan tersebut segera diajukan, sehingga dapat saya usulkan kepada Wali Kota melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Seluruh program ini diharapkan dapat terealisasi secara bertahap hingga tahun 2026,” terangnya.

Baca Juga: ‎Warga Kalijudan Wadul Soal Genangan dan Keamanan, Eri Irawan Siap Kawal CCTV 2026

Ia menegaskan, bahwa DPRD berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah kota. “DPRD ini berperan sebagai jembatan dan turut membantu Wali Kota agar seluruh masyarakat bisa merasakan hasil dari kinerja Pemerintah Kota Surabaya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, temuan-temuan tersebut ditemukan di sejumlah wilayah seperti Jedong, Bulak Banteng, Tambak Wedi, dan Ambengan Batu.

Editor : Redaksi