Dugaan Penyelewengan Anggaran Desa Cipanas Dilaporkan ke Kejati Jawa Barat

Warga Cipanas saat melaporkan dugaan penyelewengan anggaran desa ke Kejati Jabar
Warga Cipanas saat melaporkan dugaan penyelewengan anggaran desa ke Kejati Jabar

BANDUNG – Dua warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Banu Rengga dan Kasja Tompul, resmi melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa dan anggaran lainnya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Senin (17/11).

Laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi perwakilan masyarakat dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Cipanas pada Kamis (6/11). 

Baca Juga: HUT IBI ke-75 Jadi Momentum Bidan Majalengka Tingkatkan Profesionalisme Menuju 2028

Dalam pertemuan itu, warga meminta klarifikasi dan dokumen laporan penggunaan Dana Desa tahun 2020–2025. Namun hingga kini, kata warga, belum ada jawaban dari pihak Pemdes.

Banu Rengga mengatakan laporan mereka telah diterima oleh bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Jawa Barat.

Baca Juga: Wacana Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kian Menguat, Dukungan Bermunculan

“Kami masyarakat Desa Cipanas meminta Kejati Jawa Barat turun tangan untuk memeriksa penggunaan Dana Desa yang kami duga bermasalah,” ujar Banu Rengga usai menyerahkan laporan di Kantor Kejati Jabar, Senin (17/11).

Ia menegaskan pelaporan dilakukan agar dugaan penyimpangan anggaran dapat diperiksa melalui proses hukum yang berlaku.

Baca Juga: Wabup Sumedang Berharap Pilkades Serentak 2026 Berjalan Aman, Tertib, dan Kondusif

“Biar nanti proses hukum yang membuktikan, dan agar tidak muncul pernyataan-pernyataan liar yang justru merugikan semua pihak,” ucap Banu Rengga, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cipanas.

Editor : Redaksi