SIDOARJO - Dalam rangka memperingati Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, KH Marzuki Mustamar, pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Malang, mengisi tausiyah di Masjid Kubah, Taman Pondok Jati (TPJ), Sidoarjo, pada Sabtu (10/1). Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah Masjid Kubah dengan penuh khidmat.
Dalam tausiyahnya, KH Marzuki Mustamar menyampaikan bahwa jemaah seharusnya mampu menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun asalnya. Menurutnya, kiai dan ulama di Indonesia telah mencukupi sebagai imam bagi umat.
Baca Juga: Usai Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, KH Marzuki Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Persatuan
“Bangsa petarung yang susah ditaklukan adalah bangsa Indonesia. Karena punya ketahanan pangan,” terang KH Muztamar.
Oleh karena itu, KH Muztamar bahwa Indonesia di jaga Allah SWT. Buktinya 90 persen Indonesia aman, Aswaja aman. Nilai dan amaliyah tetap hidup di bumi Indonesia.
Baca Juga: Santri Ponorogo Nderek Kiai, Dukung Kiai Marzuki Maju Pilgub Jatim
Ulama kelahiran September 1966 di Blitar ini, menegaskan mengingatkan para tokoh agama mencontoh ajaran ulama terdahulu. Baik dari ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan ulama Muhammadiyah untuk selalu hidup sederhana.
“Dan tidak bermewah mewahan. Para kyai pendiri NU dan Muhammadiyah hidup sederhana demi kemajuan Islam. Harus dicontoh ulama saat ini,” kata KH Marzuki.
Baca Juga: Pilgub Jatim 2024, Elektabilitas Kiai Marzuki Meroket, PKB Siap Bikin Kejutan
Isro Miraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW untuk menerima wahyu dari Allah SWT. Peristiwa ini merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam.
KH Muztamar juga dikenal karena kesederhanaan dan kedalaman ilmunya, serta gaya bicaranya yang tegas dan lugas mengingatkan, pengasuh ponpes untuk selalu mengutamakan kemandirian.
Editor : Redaksi