Tak Lekang Oleh Zaman, Sepeda Antik Terus Dikenalkan Oleh Kosti Pemalang

Toto Susilo
Toto Susilo

PEMALANG - Semakin tua semakin antik. Julukan itu cocok untuk menggambarkan sepeda-sepeda yang memiliki usia belasan bahkan puluhan tahun milik para anggota Kosti Pemalang 

Pada komunitas pecinta sepeda jadul itu, sepeda dirawat seperti anak kandung sendiri. Terbukti semua komponen yang ada pada sepeda tua itu masih berfungsi dengan baik. Bahkan, tidak sedikit yang bodinya masih mulus.

Baca Juga: Demi Tepati Nazar Anak, Ayah Ajak Bocah 4 Tahun Foto Bareng Mobil Polisi

“Yang disini ada koleksi sepeda Phoenix, Hartog, Batavus, Jerman. Tahunnya mulai 1930 sampai yang paling muda 1980 an,” terang  Pembina Kosti Toto Susilo Pemalang, Kamis (29/1).

Harga sepeda yang didapat dari berbagai penjuru dunia itu berkisar ratusan hingga puluhan juta. 

Baca Juga: Hari Kedua Lebaran, Lalu Lintas Tol dan Arteri Pemalang Terpantau Lancar

Komunitas Sepeda Tua Indonesia atau disingkat Kosti Pemalang berdiri pada 2014 silam. Dari awalnya bisa dihitung jari, kini anggota Kosti Kota Ikhlas jumlahnya mencapai ratusan. Mereka berasal dari puluhan paguyuban sepeda tua yang tersebar di beberapa tempat se kabupaten Pemalang 

‘’Anggota kami tak hanya kalangan orang tua. Banyak juga yang usianya masih muda. Bahkan, ada yang masih SMP,’’ tuturnya. 

Baca Juga: Dua Kios Ludes Terbakar Saat Malam Takbiran di Pemalang

Kosti Pemalang memiliki sejumlah kegiatan rutin. Mulai gowes bareng, perlombaan, hingga menggelar event bedah koleksi sepeda kuno, akan tetapi berkaitan dengan pendanaan atau belum masuknya pihak sponsor, sehingga event pada saat ini belum bisa dilaksanakan,

"Untuk event nasional Kosti Pemalang belum bisa melaksanakan mengingat Anggaran sponsor perlu dipertimbangkan, beberapa kali Kosti Pemalang gelar kopdar," tutupnya.

Editor : Redaksi