SURABAYA – Karang Taruna RT 06 RW 12 Kelurahan Ngagel Rejo mengawali tahun 2026 dengan melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi dengan Remaja Masjid dan Mushollah di wilayah RW 12, mereka meresmikan produk Kaos Distro bertajuk “Jalin Silaturahmi Pemuda Bersatu Masyarakat Kuat”, beberapa waktu lalu.
Acara peresmian ini menjadi sorotan masyarakat karena dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya para Ketua RT di wilayah RW 12, Pengurus Ranting NU Ngagel Rejo, Pembina Karang Taruna Kelurahan, Ketua Lazisnu Kecamatan Wonokromo, hingga pengusaha muda sukses, Bapak Safariyanto.
Baca Juga: Reses Tubagus Lukman Amin, Warga Soroti Mekanisme KSH dan Anggaran Karang Taruna
Ketua RT 06 RW 12, Bapak A’an, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan unsur keagamaan adalah langkah konkret dalam membangun ekonomi dari akar rumput (grassroot).
"Terima kasih atas inisiatif kolaborasi strategis ini. Semoga dengan adanya produk Kaos Distro ini, akan terbangun sinergi yang makin kuat antara Karang Taruna serta Remaja Masjid dan Mushollah," ujar A’an.
Sinergi ini juga dinilai sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang berfokus pada pembangunan infrastruktur gerai wirausaha untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Baca Juga: Debat Kedua Pilkada Bondowoso, Paslon 02 Kenakan Kaos dan Jaket Produk UMKM Lokal
Ketua Tanfidziah NU Ngagel Rejo, Bapak Zainuddin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dukungan organisasi sosial-keagamaan terhadap agenda pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dalam mengelola pilar ekonomi ini.
"Kedua elemen ini berkomitmen menghadirkan produk baru yang belum pernah ada. Semoga menjadi produk yang unggul, berkualitas, serta memiliki daya beli dan daya saing di tingkat kota maupun kabupaten," tegas Zainuddin.
Heridar Yuwana Putra, Ketua Karang Taruna RT 06 RW 12, menyebutkan bahwa peluncuran kaos ini bukan sekadar aktivitas produksi sablon biasa, melainkan upaya membangun ekosistem ekonomi yang adaptif.
"Ini adalah momentum penting bagi anak muda untuk bersatu menguatkan ekonomi kerakyatan dan membangun Indonesia dengan mengedepankan produk dalam negeri," ungkap Heridar.
Editor : Redaksi