MAJALENGKA - Dalam rangka mendukung program eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030, UPTD Puskesmas Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) berupa pemeriksaan rontgen gratis, Selasa 14 Oktober 2026, di Pustu Garawastu.
Kegiatan ini menyasar sekitar puluhan warga dari 7 desa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sindang. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan deteksi dini TB secara mudah dan tanpa biaya.
Baca Juga: Viral Bangunan SDN II Gandawesi Kontras dengan Dapur MBG, Disdik Pastikan Masuk Program Perbaikan
Kepala UPTD Puskesmas Sindang, Nia Endah K, mengatakan bahwa kegiatan ACF ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, khususnya untuk mendeteksi TB sejak dini.
“Pelayanan rontgen gratis menjadi salah satu metode pemeriksaan yang kami lakukan untuk mendeteksi gejala TB pada paru-paru, sehingga memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat bagi mereka yang terinfeksi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga Desa Garawastu dan Sangkanhurip dalam mengikuti kegiatan tersebut. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi bukti meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mencegah penyebaran TB di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Ekosistem Perumahan Majalengka: Ribuan Rumah Subsidi Siap Serap Produk IKM Genteng Lokal
"Intinya Kami Tim Puskesmas Sindang sudah berupaya optimal mensukseskan kegiatan ini, Terkait hal-hal non teknis yang terjadi diluar kuasa dan kewenangan kami, kami mohon maaf kepada masyarakat yang telah berkontribusi dan mengalami ketidak puasaan dan terimakasih tak terhingga kepada Kepala Desa Garawastu dan Kasie Kesos Kecamatan Sindang, yang merupakan mitra Puskesmas Sindang serta masyarakat yang mendukung kegiatan ini," ungkapnya.
Selain pemeriksaan, kegiatan ACF ini juga menghadirkan tenaga kesehatan yang memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat mengenai gejala, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan TB.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau Lebih Awal, Petani Majalengka Didorong Tanam Lebih Cepat
Menurut Nia, edukasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit TB.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa TB dapat dicegah dan disembuhkan bila dideteksi lebih awal. Harapannya, upaya ini dapat mempercepat tercapainya target eliminasi TB di tahun 2030,” pungkasnya.
Editor : Redaksi