‎Disorot DPRD, Proyek SMPN Waru Gunung Rp8,5 Miliar Baru Sebatas Kerangka

Komisi D meninjau lokasi pembangunan SMP Negeri dikawasan Waru Gunung
Komisi D meninjau lokasi pembangunan SMP Negeri dikawasan Waru Gunung

‎SURABAYA - Pembangunan SMP Negeri di kawasan Waru Gunung mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i.

‎Proyek pembangunan sekolah yang menelan anggaran sebesar Rp8,5 miliar tersebut dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Pasalnya, berdasarkan hasil peninjauan lapangan, progres pembangunan dinilai masih jauh dari kata selesai.

Baca Juga: Virus Nipah Belum Ditemukan di Surabaya, Komisi D Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

‎“Dalam rapat-rapat sebelumnya saya pikir angka Rp8,5 miliar yang diajukan untuk pembangunan sekolah di Waru Gunung itu sudah mencakup bangunan secara penuh, artinya selesai dan tinggal pengisian. Ternyata setelah kami datang ke lokasi, baru sebatas kerangka fisik,” ujarnya, (16/4).

‎Ia menjelaskan, pekerjaan yang telah dilakukan baru mencakup pengurukan lahan serta pembangunan tembok pembatas di sekeliling area sekolah. Bahkan, bangunan utama disebut belum memasuki tahap pemasangan bata, meski direncanakan akan dibangun hingga dua lantai dan ditambah satu lantai lagi.

‎"Sehingga dengan melihat fakta di lapangan tidak memungkinkan. Menurut saya mestinya sejak awal perencanaan dibuat matang agar bisa dibangun sekaligus dan langsung sudah dipakai. Ternyata enggak," tegasnya 

‎Meski demikian, Legislator asal Partai Nasdem menyebut, anggaran Rp8,5 miliar tersebut telah terserap sepenuhnya oleh kontraktor sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, meski progres fisik masih terbatas pada struktur awal bangunan.

‎Saat ditanya mengenai persentase progres pembangunan, pihaknya mengaku masih perlu pendalaman lebih lanjut. Namun, untuk tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,1 miliar guna tahap penyelesaian (finishing).

‎“Rp4,1 miliar lagi dianggarkan tahun ini. Saya tanya tadi ke Dinas Pendidikan apakah anggaran tersebut cukup untuk menyelesaikan lantai, dinding, hingga penambahan satu lantai lagi. Mereka menyampaikan optimistis bisa selesai sampai akhir tahun,” jelasnya.

Baca Juga: ‎Status Lahan Bermasalah, Pembangunan SPPG Kapasan Terhambat

‎Ia menambahkan, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap proses lelang dan berada pada masa sanggah, sehingga belum memasuki tahap pengumuman pemenang.

‎Imam berharap, proses pembangunan tidak berlarut-larut, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan negeri yang layak dan terjangkau sangat mendesak.

‎"Kami sih berharap jangan lama-lama kalau untuk membikin gedung sekolah lah. Karena kan ini urgent. Siswa kan butuh sekolah negeri biar bisa mendapat pendidikan yang baik dan murah," paparnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan bahwa proyek tersebut bukan sekadar kelanjutan pekerjaan sebelumnya, melainkan memerlukan kehati-hatian ekstra dalam pelaksanaannya, terutama terkait struktur yang telah dibangun.

Baca Juga: DPRD Nilai Pembatasan Gawai di Sekolah Penting untuk Konsentrasi Belajar Siswa ‎

‎"Ini masih masa sanggah prosesnya. Itu bukan dilanjut karena memang kan prosesnya seperti tadi yang saya bilang kalau pekerjaan lanjutan itu kan memang kita harus hati-hati betul," jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian ini penting agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan yang justru merugikan keuangan daerah. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan tenaga ahli untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎"Itulah yang butuh tenaga ahli kemarin itu untuk memastikan bahwa yang kita lakukan itu adalah betul-betul sesuai dengan ketentuan dan tidak ada hal yang diulang lagi atas pekerjaan yang sudah dilakukan," pungkasnya.

Editor : Redaksi